Kerja Keras Di Dalam Keikhlasan

Kesuksesan selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Jika ada orang yang bisa sukses, melakukan pencapaian-pencapaian lebih dari orang biasa, maka akan sangat elok untuk mengetahui rahasia kesuksesan mereka. Berbagai pertanyaan kompleks seputar; apa yang mereka lakukan, kapan mereka mulai atau bagaimana bisa mereka menjadi sukses merupakan pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul di sekitar orang-orang sukses. Namun, bagaimana ternyata jika berbagai macam hal luar biasa yang telah mereka peroleh ternyata hanya berlandaskan beberapa hal sederhana. Bagaimana ternyata jika hal sederhana itu adalah keikhlasan? Bukan hanya ikhlas yang bersifat pasif tapi ikhlas yang bersifat aktif?

Untuk memulai catatan sore ini, sebenarnya apa yang pembaca pikirkan menganai ikhlas? Menerima dengan lapang dada segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah? Ya itu memang makna ikhlas yang biasa dijelaskan oleh para penceramah di masjid. Namun apakah ikhlas hanya sebatas itu saja?

Ada satu cerita tentang keikhlasan yang baru-baru ini menginspirasi saya yaitu mengenai timnas U19 terutama tentang sosok paling penting di tim itu, Indra Syafri sang pelatih. Mungkin sebagian pembaca sudah mengetahui bahwa pria asal Padang ini sempat tidak dibayar selama 1 tahun dan 7 bulan selama fase awal pembentukan tim. Namun, Coach Indra sebenarnya mengawali proses kerja keras sejak  tahun 2011 saat dia pertama kali ditunjuk untuk menukangi timnas U16 untuk kualifikasi pialas AFC. Menurut tempo, masalah terbesar saat itu adalah pemain-pemain yang ada bukan pilihan pelatih namun langsung ditunjuk oleh PSSI. Hasilnya, Indonesia gagal total. 

Nah di sini lah poin penting tentang ikhlas yang sesungguhnya merupakan kata kerja, bukan sebuah hal yang pasif. Terkadang saya pribadi jika dihadapkan kepada satu kesulitan besar dan akhirnya gagal mengatasinya akan menjadikan konsep ikhlas ini sebagai tameng pembenaran. Ikhlas hanya sebatas menerima tapi tidak diikuti kerja keras. Berbeda dengan yang dilakukan Indra Syafri yang akhirnya membawa timnas U19 juara. Setelah kegagalan di U16, Indra Syafri membentuk tim scouting ke daerah-daerah dan selama hampir dua tahun berikutnya sibuk mondar-mandir ke daerah-daerah luar Jawa. Akhirnya, Voila!! semua orang mengagumi permainan tim rakitan Indra Syafri.

Selain itu, ikhlas sebagai proses panjang kerja keras juga dijelaskan di surat Al-An'am 162: "sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh Alam" dan Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Di sini dijelaskan bahwa selain harus menerima dan menjadikan semua aspek kehidupan kita untuk Allah, diharapkan muslim harus selalu memurnikan ketaatan, sebuah dorongan untuk terus bekerja keras.

Terlihat bahwa dari kedua contoh di atas bahwa ikhlas bukan hanya tentang menerima secara pasif. Namun lebih jauh dari itu adalah mengenai sebuah proses kerja keras yang akhirnya akan menghasilkan kesuksesan baik pada hal-hal yang terkait hanya sebatas di dunia ndan terutama semua hal yang harus dipersiapkan untuk akhirat kelak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What can we do? Community League??

Neuer: Calon Kiper Terbaik (MU) Masa Depan?