Rooney: "The Comitted One" Titisan Scholes?

Artikel ini juga dipublikasikan di bolatotal

Semua mata (mengantuk) para penggemar liga Inggris Selasa dini hari lalu tertuju pada satu pemain. Pemain nomor 10 yang selama sebulan terakhir memperlihatkan sikap (setidaknya pers menggambarkannya seperti) tidak loyal, galau dan kurang ajar. Namun, performa Wayne Rooney malam itu membuat para penggemar MU luluh hati dan juga keputusannya yang kemungkinan besar tidak jadi pindah membuat dirinya disanjung dengan titel "The Committed One". Ironisnya, gelar ini membawa saya ke ingatan menyenangkan tentang Paul Scholes yang komitmennya di MU tidak perlu dipertanyakan. Lalu pertanyaan pentingnya adalah jika masalah loyalitas dikesampingkan sejenak, apakah Rooney memang titisan Scholes?



Salah satu trademark Scholes adalah kemampuan melepaskan umpan panjang yang sangat bagus. Ben Foster menjelaskan momen pertamanya melihat kejaiban ini: "Bloody hell…did you see that? He’s altered his body shape in the blink of an eye and just smashed this ball. It did not wobble in the air. It went like a bullet, four feet off the ground for 50 yards and Giggsy or whoever just did not move."

Ternyata, di pertandingan kemarin Rooney memperlihatkan gaya bermain yang hampir sama. Tercatat pemain jebolan Everton itu menjadi pemain non kiper dan bek tengah dengan usaha melepaskan umpan panjang terbanyak yaitu 6 kali. Menariknya, umpan-umpan yang dilakukan oleh Rooney mirip dengan umpan khas Scholes: jarak jauh, diagonal antar sisi lapangan dan dilakukan di daerah permainan lawan (Gambar 1). Skill yang bahkan membuat Xavi iri terhadap Scholes.

Gambar 1. Umpan Panjang Rooney

Selain umpan lob, di pertandingan kemarin Rooney juga memperlihatkan bahwa dia seorang long ranger efektif selayaknya Scholes. Dia menjadi pemain yang paling sering melepaskan tendangan ke gawang (4 kali) dan memiliki akurasi yang luar biasa hingga 75% (Gambar 2). Terlebih lagi, semua tendangan yang mengarah ke gawang dilakukan dari luar kotak penalti. Bagi saya, hal ini benar-benar mengingatkan peran Scholes yang sering menjadi penentu kemenangan MU lewat tendangan jarak jauhnya (mungkin botoligans masih ingat saat MU menang melawan Barcelona di semifinal Liga Champion 2008?). Sungguh beruntung Chelsea mempunyai kiper tangguh seperti Cech, jika hanya sekelas Valdez mungkin Rooney sudah mendapatkan setidaknya 1 gol dari tendangan jarak jauh.


Gambar 2. Statistik dan grafik tendangan Rooney.

Dibalik semua kecemerlangannya, The Gingy Prince terkenal akan kecerobohannya dalam melakukan tekel. Bahkan, Scholes mengakui bahwa sampai masa pensiun pun tidak bisa melakukan tekel-menekel dengan baik: “We agreed that if, at thirty-six years of age, I haven’t found a way of safely tackling my opponents, then I probably never will.” Di akhir masa profesionalnya pun Scholes masih gagal meningkatkan kemampuan tekelnya. Musim kemarin, dia tercatat mendapatkan 7 kartu kuning dari hanya 16 kali penampilan.

Seakan-akan ingin menjadi titisan Scholes seungguhnya, di pertandingan melawan Chelsea kemarin Rooney terjangkit virus blatant tackle yang sama. Rooney menjadi pemain yang paling banyak melakukan pelanggaran (Gambar 3). Dua kali lebih banyak dari pemain lain. Walaupun, banyak pihak percaya bahwa buruknya tekel Scholes atau Rooney merupakan bagian dari strategi untuk mengulur waktu serta menekan wasit.

Gambar 3. Pemain dengan jumlah pelanggaran terbanyak.
Dari semua poin di atas, mungkin memang bisa ditemukan banyak kesamaan gaya bermain antara Rooney dan Scholes. Mungkin dengan keputusannya untuk tetap berseragam Setan Merah, Rooney akan bisa sebesar Scholes. Akan tetapi, Rooney masih harus membuktikan bahwa dia layak menjadi penerus Scholes dengan memperlihatkan loyalitas tanpa batas bukan hanya gaya permainan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What can we do? Community League??

Neuer: Calon Kiper Terbaik (MU) Masa Depan?