Ashley Young: Solusi Darurat Gelandang Serang MU
Kekalahan Manchester United di pertandingan terakhir semakin menunjukkan masalah terbesar mereka saat ini. Tim asuhan David Moyes tidak punya gelandang serang kreatif sehingga kekurangan variasi serangan dari tengah lapangan. United sangat bagus membangun serangan dari kedua sayap, mendominasi jumlah crossing tetapi tidak bisa mendapatkan satu gol pun. Ditambah lagi dengan cedera Wayne Rooney dan Kagawa yang masih belum fit, United harus mencari alternatif pemain yang bisa menjalankan peran sebagai dirigen serangan dari sisi tengah. Bagaimana jika ternyata Ashley Young cocok untuk peran ini?
Untuk pertama kali sejak Agustus 2007, MU tidak bisa mencetak gol dalam dua pertandingan berturut-turut. Di pertandingan pertama musim ini melawan Swansea mereka memang mendapatkan empat gol. Namun, gol-gol MU tercipta lebih disebabkan pertahanan lawan mereka yang buruk dan tentunya kecemerlangan individu Van Persie. Ketika berhadapan dengan tim yang memiliki kualitas pertahanan lebih baik seperti Chelsea dan Liverpool, Van Persie terisolasi baik dari lini tengah maupun umpan-umpan dari sayap.
Tugas David Moyes pun menjadi semakin berat karena masalah cedera dan kebugaran para pemain yang bisa berperan sebagai gelandang serang. Kepala Rooney yang robek pasti turut merobek hati Moyes. Rooney adalah pemain yang paling kreatif di MU sejauh ini dengan 2 asis. Selain itu, Kagawa masih berkutat dengan masalah kebugaran. Di pertandingan internasional bersama Jepang kemarin, dia hanya bisa bermain selama 70 menit. Sementara Welbeck dan rekrutan terbaru Fellaini, kurang cocok di tempatkan di belakang Van Persie sebagai playmaker. Welbeck semakin bagus dimainkan sebagai goal getter dari sayap seperti saat bermain untuk Inggris kemarin dan Fellaini lebih sering dimainkan sebagai gelandang tengah mengambil salah satu peran double pivot.
Ternyata, sebenarnya United memiliki pemain untuk menyelesaikan masalah kreatifitas ini. Menurut saya Ashley Young bisa jadi solusi darurat. Dari 3 pertandingan awal MU, ternyata Young menunjukkan dia merupakan kreator peluang yang mumpuni. Dia adalah pemain Setan Merah paling banyak kedua dalam menciptakan key passes dengan total 3 kali, hanya kalah dari Evra (5 kali). Hal yang menarik adalah posisi Young ketika melakukan key passses itu bukan dari sayap, melainkan saat sedang bermain lebih ke tengah (Gambar 1). Belum lagi, akurasi umpan Young sejauh ini yang cukup mengagumkan sebesar 89%. Lebih baik dari Cleverley (87%), Carrick (86%) atau Giggs yang sudah dimakan umur (72%). Hal ini mungkin beberapa pertanda Ashley Young bisa berperan sebagai 'pemain nomor 10'.
Ashley Young sebenarnya memang sudah terbiasa dengan peran gelandang serang terutama ketika tahun terakhirnya di Aston Villa. Dari 5 pertandingan terakhir yang dimenangkan Aston Villa di musim 2010/2011, Ashley Young bermain sebagai playmaker di balakang striker. Salah satu contoh adalah saat Aston Villa menang 1-0 melawan Liverpool. Gambar 2 memperlihatkan bahwa Ashley Young lebih sering beroperasi ke dalam di belakang Darren Bent walaupun memulai pertandingan senbagai sayap kiri. Di pertandingan yang berlangsung pada 22 Mei 2011 itu, Young menjadi pemain yang melakukan key passes paling banyak (3 kali).
Contoh lain adalah saat Aston Villa menang 4-1 melawan Blackburn Rovers. Di pertandingan ini, Young dimainkan di belakang Bent sejak awal (Gambar 3) dan menunjukkan permainan yang luar biasa. Dia mencetak 2 gol dan 1 asis. Dari sisi kreatifitas, Young sangat nyaman di posisi ini sehingga bisa membukukan 3 key passes, kedua paling banyak di pertandingan itu setelah Downing (5 kali).
Terlihat bahwa sebetulnya Ashley Young bisa jadi solusi darurat yang bagus untuk masalah gelandang serang Manchester United. Aston Villa banyak mendapatkan kemenangan saat Young dimainkan lebih ke tengah. Selain itu juga, kemampuannya dalam menciptakan peluang juga tidak perlu diragukan lagi. Mungkin Davis Moyes akan melihat artikel ini dan akhirnya tersadarkan betapa hebatnya Ashley Young.
Untuk pertama kali sejak Agustus 2007, MU tidak bisa mencetak gol dalam dua pertandingan berturut-turut. Di pertandingan pertama musim ini melawan Swansea mereka memang mendapatkan empat gol. Namun, gol-gol MU tercipta lebih disebabkan pertahanan lawan mereka yang buruk dan tentunya kecemerlangan individu Van Persie. Ketika berhadapan dengan tim yang memiliki kualitas pertahanan lebih baik seperti Chelsea dan Liverpool, Van Persie terisolasi baik dari lini tengah maupun umpan-umpan dari sayap.
Tugas David Moyes pun menjadi semakin berat karena masalah cedera dan kebugaran para pemain yang bisa berperan sebagai gelandang serang. Kepala Rooney yang robek pasti turut merobek hati Moyes. Rooney adalah pemain yang paling kreatif di MU sejauh ini dengan 2 asis. Selain itu, Kagawa masih berkutat dengan masalah kebugaran. Di pertandingan internasional bersama Jepang kemarin, dia hanya bisa bermain selama 70 menit. Sementara Welbeck dan rekrutan terbaru Fellaini, kurang cocok di tempatkan di belakang Van Persie sebagai playmaker. Welbeck semakin bagus dimainkan sebagai goal getter dari sayap seperti saat bermain untuk Inggris kemarin dan Fellaini lebih sering dimainkan sebagai gelandang tengah mengambil salah satu peran double pivot.
Ternyata, sebenarnya United memiliki pemain untuk menyelesaikan masalah kreatifitas ini. Menurut saya Ashley Young bisa jadi solusi darurat. Dari 3 pertandingan awal MU, ternyata Young menunjukkan dia merupakan kreator peluang yang mumpuni. Dia adalah pemain Setan Merah paling banyak kedua dalam menciptakan key passes dengan total 3 kali, hanya kalah dari Evra (5 kali). Hal yang menarik adalah posisi Young ketika melakukan key passses itu bukan dari sayap, melainkan saat sedang bermain lebih ke tengah (Gambar 1). Belum lagi, akurasi umpan Young sejauh ini yang cukup mengagumkan sebesar 89%. Lebih baik dari Cleverley (87%), Carrick (86%) atau Giggs yang sudah dimakan umur (72%). Hal ini mungkin beberapa pertanda Ashley Young bisa berperan sebagai 'pemain nomor 10'.
| Gambar 1. Key Passes yang dilakukan Ashley Young sejauh ini selalu dari tengah bukan dari sayap. |
Ashley Young sebenarnya memang sudah terbiasa dengan peran gelandang serang terutama ketika tahun terakhirnya di Aston Villa. Dari 5 pertandingan terakhir yang dimenangkan Aston Villa di musim 2010/2011, Ashley Young bermain sebagai playmaker di balakang striker. Salah satu contoh adalah saat Aston Villa menang 1-0 melawan Liverpool. Gambar 2 memperlihatkan bahwa Ashley Young lebih sering beroperasi ke dalam di belakang Darren Bent walaupun memulai pertandingan senbagai sayap kiri. Di pertandingan yang berlangsung pada 22 Mei 2011 itu, Young menjadi pemain yang melakukan key passes paling banyak (3 kali).
![]() |
| Gambar 2. Posisi pemain Aston Villa (biru) dan Liverpool (Oranye). Ashley Young lebih banyak beroperasi di belakang Bent. |
Contoh lain adalah saat Aston Villa menang 4-1 melawan Blackburn Rovers. Di pertandingan ini, Young dimainkan di belakang Bent sejak awal (Gambar 3) dan menunjukkan permainan yang luar biasa. Dia mencetak 2 gol dan 1 asis. Dari sisi kreatifitas, Young sangat nyaman di posisi ini sehingga bisa membukukan 3 key passes, kedua paling banyak di pertandingan itu setelah Downing (5 kali).
![]() |
| Gambar 3. Posisi pemain dan rating saat Aston Villa vs Blackbur Rovers. |
Terlihat bahwa sebetulnya Ashley Young bisa jadi solusi darurat yang bagus untuk masalah gelandang serang Manchester United. Aston Villa banyak mendapatkan kemenangan saat Young dimainkan lebih ke tengah. Selain itu juga, kemampuannya dalam menciptakan peluang juga tidak perlu diragukan lagi. Mungkin Davis Moyes akan melihat artikel ini dan akhirnya tersadarkan betapa hebatnya Ashley Young.


Komentar
Posting Komentar